Senin, 30 Mei 2016

Keluarga-utuh Normatif

Keluarga-utuh normatif, pandangan bahwa kehidupan keluarga hasil perceraian tidak berbeda dengan kehidupan keluarga utuh. Keluarga-utuh normatif membuat seseorang menilai wujud timbal balik antara anak dan orang tua dalam keluarga bercerai harus sama seperti layaknya keluarga utuh. Contohnya ucapan-ucapan ini :
  1. "Parah banget lu gak nyempetin mudik, ibu lu kan disono" 
  2. "Gila lu tiga tahun gak ketemu babeh padahal tinggal sekota" 
  3. "Ayah lu ayah macem apa sih? kerjanya bagus kok lu tetep disuruh minta duit ke ibu?"
  4. Ceramah akan pentingnya berbakti kepada orang tua, seolah-olah semua anak broken home lupa ia lahir dari rahim ibunya dan berasal dari sel sperma ayahnya, ini yang paling menyebalkan dan paling parah.
Saya sendiri, sebagai anak broken home yang mengetahui keberadaan kedua orang tua, masih berhubungan baik dengan kedua keluarga besar masing-masing orang tua, bersikap biasa saja setiap menghadapi pelaku keluarga-utuh normatif ini, tetapi bagaimana dengan teman-teman broken home yang lain? mereka yang tidak tahu dimana rimba salah satu orang tuanya? mereka yang lahir dari pernikahan yang tidak sah secara negara? mereka yang tidak diizinkan bertemu dengan orang tua kandung oleh orang tua tirinya? mereka yang salah satu orang tuanya proletar sementara orang tua yang satunya lagi borjuis?.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dilarang menggunakan bahasa tidak baik seperti sara,porno