Sabtu, 01 Agustus 2009

Bukan pangeran Kelantan tetapi Pangeran Bekantan


Akhirnya saya kembali bisa memposting kembali tulisan di blog ini,dalam Artikel yang saya tulis ini
saya akan membahas perihal Kasus Manohara dan teuku fachry, walaupun beritanya sudah lama ,sebetulnya saya menyesalkan pernyataan teuku fachry beberapa waktu lalu yang membantah telah menyiksa manohara. seperti dikutip dari krosceknews.com:

Akhirnya, Tengku Fachry Serang Balik Manohara

Rabu 24 Juni 2009

Jakarta – Setelah lama diam seribu bahasa soal pelaporan dan pengakuan Manohara selama ini, akhirnya Pangeran Kelantan pun mulai unjuk suara.

Muhammad Tengku Fachry Petra, tak kuat juga terus membiarkan kupingnya memerah atas pemberitaan Manohara, yang isinya amat menyudutkan diri dan lembaga Kerajaan Kelantan.

Fachry pun menilai Manohara melakukan pembohongan atas pengakuannya disiksa dan disilet-silet, saat dia menjalani hidup di Kerajaan Kelantan, Malaysia.

Tengku Fachry kepada media dengan tegas menyebut Manohara bisa melaporkan ke polisi saat di Kelantan bila memang teraniaya.

”Dia berpeluang untuk melaporkan kalau dia (Manohara-red) disiksa. Dia sempat tari poco-poco dengan istri polisi dan polisi perempuan. Tidak masuk akal,” ujar Fachry.

Sementara soal pengakuan Monoha yang disilet-silet dibagian pantat dan dadanya, juga ditangkis anak ketiga Sultan Kelatan tersebut.

”Foto-foto dia berenang di laut, kalau ada itu (luka-red) itu mesti pedih, sakit. Dan yang kedua, pasti nampak lukanya. Dan yang ketiga, dia tidak mungkin beriang-riang,” ujar Fachry mantap.
Bagaimana bisa Seorang pangeran takut mengatakan kesalahannya??,dari pernyataan ini kita bisa tahu bahwa tengku fachry adalah orang yang goblog,tolol dan bodoh,dia lupa menjaga citra keluarga kerajaan kelantan dan tentu nama baiknya sendiri??

Dua-duanya cocok
Semua orang bila saling jatuh cinta dan menikah,itulah pertanda bahwa ada kecocokan diantara mereka berdua Karena dua-duanya saling cocok,Tengku fachry yang seorang pengecut dan manohara yang pintar-pintarnya mencari kesempatan dalam kesempitan contohnya,Jujur saya tidak suka dengan dua-duanya,manohara menjadi selebriti dipuja-puja banyak orang,bahkan sekarang sudah menginjak episode ke 12 sinetron yang dibintanginya,padahal ia bicara bahasa indonesia saja tak becus,Sungguh saya sangat menyesalinya,bagaimana dengan sang pahlawan devisa indonesia(TKI),mereka pun pahlawan tanpa tanda jasa seperti guru,tetapi tetap saja saya sangat jengkel dengan kelakuan tengku fachry yang tidak mau mengakui kelakuannya pada istrinya karena itulah saya simpulkan dirinya yang sebenarnya bahwa dia bukanlah Pangeran kelantan melainkan PANGERAN BEKANTAN